Adalah
sebuah mahakarya bagi saya mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Mengingat.
saya adalah “wong cilik” saya sama persis dengan anda semua, bukan siapa-siapa.
Saya
bukanlah anak seorang tokoh besar, atau anak pejabat yang memiliki pengaruh
yang luas, saya juga bukan orang yang memiliki kelebihan materi, justru
sebaliknya saya hanyalah anak seorang pensiunan PNS dengan pangkat dan golongan
yang sangat biasa-biasa saja. Dan secara sangat kebetulan dilahirkan dari
seorang bunda yang memiliki semangat bekerja keras. Karena sadar bahkan saya
terlahir bukan dari keluarga yang sangat mampu.
Meski
demikian ada segenggam cita-cita dan idealisme, bahwa Banten memiliki
potensinya yang besar. Dan saya bertekad mewujudkan Banten yang bersih anti KKN.
Banten yag lebih Plural dan majemuk, dengan memberikan penghargaan
setinggi-tinggi bagi mereka yang berprestasi sehingga kita harus membangun Poros
Keadilan, Poros Kesempatan, Poros Pemerataan dan Poros Kesejahteraan bersama.
dan tugas seorang anggota DPD alias Senator adalah menjembatani Banten dengan
kekuasaan Pusat, seharusnya pula menjembatani Banten dengan dunia internasional.
Dan ini telah tertanam tatkala masih menjadi aktivis Universitas
Indonesia
pada masa awal reformasi 1998.
Sebagai
anak yang dilahirkan di Kp. Sempu Kelapaendep, Cipare Serang dan besar di
wilayah Karawaci Tangerang, Saya dapat memahami Banten dengan ragam aktivitas
pola masyarakatnya yang terisi dengan kemajemukan. Dan ini menjadi modal spirit
bagi saya untuk menunjukan kepada dunia bahwa Banten unik dengan perpaduan
nilai tradisionalnya yang religius dan juga turbulensi kemajuannya yang dapat
berjalan selaras disisi lainnya. Inilah Banten tempat ribuan Industri
berkembang, namun kita juga dapat melihat masyarakat Baduy yang unik disisi
lainnya.
Terekam
betul dalam ingatan saya ketika masa kecil dulu, kala kakek saya SM.Tohir,
seorang mantri kesehatan yang juga seorang mantan pejuang. Ketika beliau
berkelana dari satu kampung-ke kampung yang lain, dari satu pelosok ke pelosok
yang lain untuk mengobati pasien-pasiennya, masih terngiang betul dalam memori
saya, ketika Masyarakat membayarnya dengan hasil kebun atau panen mereka,
seperti singkong, Pepaya, atau bahkan ayam kampung yang masih hidup. Itu semua
memori yang makin menebalkan keinginan saya, kalau Kakek saya saja bisa
memberikan kontribusinya tanpa pamrih lantas kenapa tidak jua dengan saya, Dan
Saya berjanji, Jika terpilih Menjadi
Senator (DPD) saya akan mengembalikan gaji saya kepada masyarakat Banten.
Sekali
lagi adalah sebuah mahakarya bagi saya, yang ternyata harus siap bertandang ke
gelanggang dimana saya akan bersaing dengan anak Bupati bahkan anak Gubernur,
bahkan dengan para mantan pejabat-pejabat baik daerah maupun mantan pejabat
Pusat.
Namun
saya ingin memberikan dorongan kepada anak-anak muda seperti saya untuk
berperan aktif memberikan sumbangsihnya bagi pertiwi khususnya Banten yang
tercinta. Siapapun mereka tanpa terkecuali dan tanpa mengecilkan pentingnya perean
mereka dalam roda demokrasi dan kemajemukan.
Seperti
saya dan banyak orang lainnya, apalagi mereka yang ternyata memiliki prestasi
yang boleh dibilang membanggakan dalam berbagai hal. Orang kecil seperti saya,
seperti anda juga tidak lantas patah arang untuk memperjuangkan diri anda untuk
melesat maju. Sebab dengan demikian ini akan memompa semangat anak muda lainnya
untuk Maju tanpa menghiraukan kekurangan mereka kecuali istiqomah (teguh
berpendirian) untuk memberikan sumbangsihnya. Amin.